Mantan Tapol Resmi Menjadi Presiden

MALE, SELASA – Mantan tahanan politik, Mohamed ”Anni” Nasheed (41), resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Presiden Maladewa terpilih, Selasa (11/11). Dia harus segera menangani ancaman perubahan iklim yang bisa membuat seluruh negaranya tenggelam.

Nasheed mengucapkan sumpahnya dalam upacara yang disiarkan televisi secara langsung dari sebuah gedung pertemuan di Male, ibu kota Maladewa. Gedung ini tempat dia memulai kampanye prodemokrasinya tahun 1990 sebagai jurnalis sebuah majalah bawah tanah.

Nasheed beberapa kali masuk keluar penjara dalam masa enam tahun pada pemerintahan mantan Presiden Maumoon Abdul Gayoom, yang dikalahkannya pada pemilu 28 Oktober.

”Saya tidak ingin rakyat Maladewa berakhir sebagai pengungsi karena masalah lingkungan,” ungkap Nasheed dalam jumpa pers pertamanya setelah memenangi pemilihan presiden. Dia menegaskan, sejak sekarang harus segera ditemukan tanah baru yang lebih tinggi bagi warga Maladewa.

Kepulauan Maladewa yang kini merupakan salah satu tujuan wisata terkenal, menurut sejumlah pakar, bisa tenggelam seluruhnya apabila permukaan laut naik hanya 1 meter. Sebanyak 1.192 pulau di kepulauan yang berada di ujung selatan India itu bahkan terancam hanya dengan naiknya permukaan air laut setinggi 18 cm, yang diramalkan bisa terjadi pada akhir abad ini.

”Kita berbicara mengenai menyiapkan jaminan, jika pulau-pulau ini tenggelam, kita harus menemukan tanah lebih tinggi dekat sini. Kita harus melakukan itu sebelum tenggelam,” katanya.

Tanah air baru

Kepada surat kabar Inggris, Guardian, Nasheed menyampaikan, ia sudah mengutarakan perlunya menemukan sebuah tanah baru bagi rakyat Maladewa kepada beberapa negara, dan agaknya mereka bisa ”menerima”.

India dan Sri Lanka menjadi target utama karena memiliki kemiripan iklim dan budaya. Australia jadi opsi lainnya.

Selain masalah pemanasan global, Nasheed juga menghadapi tantangan lain di dalam negerinya saat memulai lima tahun masa jabatannya. Ada bahaya kerusuhan sipil jika tahanan-tahanan politik tidak segera dibebaskan dan sejumlah janji perubahan dalam sistem demokrasi baru tidak segera diwujudkan.

”Tidak boleh ada tahanan politik di Maladewa. Hal itu sangat jelas dan kami akan dengan segera meneliti kasus-kasus mereka yang ditahan,” ujarnya.

Nasheed juga harus mengarahkan ekonomi negara itu melalui sejumlah kesulitan akibat krisis finansial global, khususnya pemasukan dari pariwisata yang menjadi jantung ekonomi negara itu. Dia berupaya mencari bantuan darurat sebesar 300 juta dollar AS untuk mengembalikan stabilitas ekonomi negara yang berpenduduk 300.000 orang itu.

Advertisement

Leave a Comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.