Jakarta – Amburadulnya kinerja KPU ternyata memberikan pengalaman yang berharga pada Pemilu Legislatif 9 April lalu dan Pilpres kali ini. Karena itu pada pemilu mendatang, anggota KPU sebaiknya diisi dari perwakilan masing-masing parpol.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) untuk Indonesia Ray Rangkuti mengatakan kinerja KPU yang lambat sehingga harus melibatkan MK terkait penggunaan KTP pada detik-detik terakhir merupakan pengalaman yang berharga.
“Seharusnya tidak jadi demikian, bila saja anggota KPU membuka diri terhadap input dari berbagai pihak. Sebab usulan penggunaan KTP jauh hari sudah muncul menyusul data Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak beres,” jelas Ray.
Dituturkan mantan Sekjen KIPP ini, jika KPU diisi dari parpol, maka KPU akan sigap melakukan berbagai upaya perbaikan kelemahan. Sebab mereka takut sorotan terhadap KPU berimbas ke parpo anggota itu berasal.
“Kita bukannya meremehkan anggota KPU yang ada sekarang. Namun karena sebagian besar dari akademisi, sehingga tidak mampu mengimbangi kecepatan perkembangan perpolitikan di masyarakat,” beber Ray yang bernama lengkap Ahmad Fauzi.
Ray mengaku, phaknya selal memberikan masukan ke KPU. Namun selalu dijawab beres tidak ada masalah. Berbeda ketika pasangan capres-cawapres datang mengajukan keberatan, para anggota KPU baru kemudian mengaku ada masalah dan kemudian merubah kebajikannya.
“Seandainya DPT dilakukan klarifikasi lebih cepat maka akan lebih banyak warga datang memilih sebab mereka yang tidak terdaftar, pasti jauh hari sebelumnya menyiapkan KTP dan kartu keluarga guna digunakan mencentang,” tandas Ray.
Leave a Comment
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
